resep kroket ini nyontek didapurnya Wita. sedikit di modifikasi disesuaikan dgn bahan yang tersedia. Untuk isi saya pake ayam cincang, wortel dan daung bawang, untuk bumbu dan yang lainnya sama seperti resepnya Wita..
BAHAN: Bahan kulit: 250 gr tepung ketan 25 gr tepung sagu 1/2 sdt garam 1/2 sdt vanili 15 gr gula pasir 1 btr telur 175 ml air hangat 100 gr wijen putih air untuk pencelup minyak goreng Isi: 100 gr kacang hijau, yang sudah direndam selama 2 jam 75 gr gula pasir 1 lbr daun pandan 1/4 sdt garam 1/4 sdt vanili 50 ml santan
CARA MEMBUAT: Buat isi: Kukus kacang hijau sampai matang dan empuk, angkat, haluskan selagi panas. Masak kacang hijau bersama gula pasir, daun pandan, garam, vanili, dan santan dengan api kecil sambil diaduk hingga menggumpal. Angkat dan dinginkan, bentuk bulat - bulat sebesar kelereng. Buat kulit: Campur tepung ketan, tepung sagu, garam, vanili, dan gula pasir, aduk, tambahkan telur, aduk rata. Tuangi air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai halus dan dapat dipulung, sisihkan. Ambil 1 sdt adonan kulit, pipihkan, taruh adonan isi yang telah dibulatkan, rapatkan hingga kacang hijau tertutup lalu bulatkan. Celupkan sebentar dalam air lalu gulingkan dalam wijen. Goreng onde-onde dengan api kecil hingga kering dan kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
Kangen dengan gulai rebung yang sering dibuat ibuku dulu waktu masih di Palembang dan kebetulan Yongki jual rebung potong banyak dan murah akhirnya buat gulai rebung deh....
Bahan:
300 gram rebung potong sesuai seleara(saya pake yg udah dipotong)
1/2 bagian ayam
3 gelas santan
1 batang sereh geprek
2 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk
2 buah asam kandis
garam dan gula secukupnya
Bumbu halus
4 buah cabe merah (kalau tdk suka pedas bisa di hilangkan atau diganti dgn paprika merah)
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 butir kemiri
2 cm laos
2 cm jahe
Cara membuat :
Tumis bumbu halus hingga harum, masukan ayam tambahkan garam, gula, sereh, salam dan daun jeruk, masak sampai ayam berubah warna, tambahkan santan dan asam kandis terakhir masukan rebung masak hingga matang. sebelum diangkat cicipi lalu tambahkan potongan daun bawang gulai rebung pun siap disantap.
Tahun baru kali ini kami bergabung dengan kehangatan salah satu keluarga Jepang di Nagoya, suasana tahun baru di sini kental sekali dengan suasana kekeluargaan, jauh dari hingar bingar pesta tahun baru seperti di Jakarta. kami berangkat ke rumah orang Jepang tsb tanggal 31 Des sore, dalam perjalananpun kami merasakan suasana mulai legang, di kereta yang biasanya selalu disesaki orang -orang tapi kali ini sepi..jalananpun sepi. Tiba di rumah tersebut kami disambut hangat oleh seluruh anggota keluarga (Suami, istri, anak serta kakek dan nenek). setelah sedikit berbasa basi acara dilanjutkan dengan membuat sushi bersama, ada 2 jenis sushi yg dibuat maki sushi dan inari, semua anggota keluarga dan juga tamu ikut terlibat dalam acara tsb. Saya jd inget Palembang kalau mau lebaran biasanya kita semua sibuk dan semua ikut berpartisipasi. Makan malam hari itu berlangsung asyik dan mereka menceritakan makna masing-masing makanan yg kita makan.
Keseokan harinya sarapan pagi dimuali dengan acara munim teh, acara ini yg paling rumit menurut mengamatanku, mulai dari mencari jenis teh membuat dan meminumnya, memakan waktu hampir 2 jam.... setelah itu acara dilanjutkan dengan makan siang, ini yg paling bombastis, makanan yg disajikan acara 40 jenis makanan disusun rapi salam satu box dan setiap jenis makanan mempunyai makna sendiri- sendiri, tidak banyak yang saya makan karena keburu kenyang duluan melihat makanan sebanyak itu (gak kompak nih perut he..he..).
Hari sudah menunjukan pukul 1 siang dan di luar salju tipis mulai turun, kita udah mulai kasak kusuk pengen pulang he..he.. tapi acara ledies program belum selesai, sembari menunggu para wanita berkimono ria kaum adam main game. setelah semua selesai dan kamipun pamitan untuk pulang...ya begitulah suasana tahun baru yg penuh suasana kekeluargaan. dan mereka sangat kuat menjaga tradisi mesti kehidupan sehari-hari sudah sangat modern.Sepulang dari situ kami tdk langsung pulang tapi keliling mengunjungi mal-mall yang ada yg sesak dijejali orang-orang...untuk berburu barang murah....kita sih hanya lihat-lihat aja mesti barangnya sudah didiscount tetep...mahal.
Welcome to my blog of cooking. This blog is as a way to express my great intention to cooking and improve my skill in cooking to be professional. Practicing and expanding knowledge of cooking could develop the mastery of cooking. We service the order of food and cake for party, meeting, birthday, and other personal-consumption. Our service is limited to Nagoya and its vicinity area only. For order please contact Devi' Kitchen, Honjigaoka, Nagoya. We are specialist in Indonesian Food.